Januari 2019

 MENARA POST ,Indramayu- Kompol.H.Mashudi,SH.MH Kapolsek Patrol beserta Jajarannya rutin adakan operasi KKYD dan antisipasi Curas Curat Curanmor(C3) di wilayah hukumnya,hal ini terkait dengan kunjungan AKBP.M.Yoriz.M.Y.Marzuki,S.I.K Kapolres Indramayu beberapa waktu lalu.kapolres memerintahkan kepada seluruh jajarannya untuk selalu aktif dalam KKYD maupun antisipasi terhadap C3.Rabu(30/01/2019)

Menyikapi kunjungan dan perintah dari Kapolres,Kompol.H.Mashudi,SH.MH beserta jajarannya Giat melakukan KKYD dan Operasi antisipasi C3,dari kegiatan tersebut kurang dari satu bulan Polsek patrol telah menyita 9 kendaraan roda 2 yang tidak memiliki surat kendaraan bermotor.seperti yang di sampaikan oleh Kompol.H.Mashudi,SH.MH.

"Sebelum ada kunjungan AKBP M. Yoriz M.Y. Marzuki, S.I.K, Kapolres Indramayu,saya beserta anggota telah rutin melakukan kegiatan KKYD dan Antispasi C3.hal ini kami lakukan setiap hari dan untuk operasi gabungan 2 kali dalam seminggu,untuk hasil dari kegiatan yang sekarang sudah 9 kendaraan bermotor  Roda dua hasil sitaan dilapangan yang sudah kita kirim datanya ke Polres Indramayu,barangnya tinggal dikirim saja,di tambah dengan adanya perintah dari atasan kami."ungkapnya

Kompol.H.Mashudi.SH,MH menambahkan bahwa Ia juga giat melakukan operasi atau razia di rumah kost yang ada di wilayah hukum Polsek Patrol,hal ini bertujuan untuk mengantisipasi perbuatan yang melanggar norma norma agama,sosial,budaya,dan hukum NKRI karena itu tidak lepas dari Fungsi dan Perannya sebagai penegak hukum.

"selain melakukan KKYD dan antisipasi C3,juga melakukan operasi atau razia rumah kost di wilayah hukum kita,selain sudah ada laporan masyarakat bahwa di rumah kost suka terjadi perbuatan asusilla mengantisipasi sesuatu yang tidak di inginkan,dan semua kegiatan tersebut bertujuan agar kehadiran institusi kita bisa dirasakan masyarakat,sehingga masyarakat merasa nyaman dan aman di wilayahnya." tuturnya
[ads-post]
Selain penjelasan yang di berikan oleh Kompol.H.Mashudi,SH,MH selaku pucuk pimpinan di Polsek Patrol ,Panit I Ahmad Nurahmad,SH siap melaksanakan dan mendukung segala kegiatan yang ada di Polsek Patrol,"saya sebagai anggota polsek patrol siap selalu kapanpun di perintah oleh atasan,apalagi semua Giat yang ada di jajaran kita bertujuan untuk kebaikan masyarakat." katanya
(GTR)

Kapolres Indramayu AKBP M Yoris. M. Y. Marzuki., SIK . menggelar jumpa pers membedah Kasus Peredaran Uang Palsu,yang beredar Wilayah Kabupaten Indramayu Kamis (31/01/2019).
Indramayu AKBP M Yoris. M. Y. Marzuki., SIK, di Dampingi Oleh YU KON AFRINALDO kepala tim sistem pembayaran pengedaran uang rupiah dan keuangan inklusif kantor perwakilan bank BI cirebon, Kasat Reskrim AKP Suseno adi wibowo., SH, SIK, Kasi Propam, Paur Humas, yang diliput oleh Wartawan media cetak, televisi maupun online.

Didepan Wartawan, Kapolres Indramayu, Menerangkan, Bahwa jajarannya telah berhasil mengamankan satu pelaku pengedar Upal , yang berinisial JHR (41), dan satu lagi masih jadi target DPO yakni berinisial UJ (40), keduanya merupakan warga Subang Jawa Barat.

Sebelumnya Polres Indramayu telah berhasil meringkus pelaku pencurian uang Dana Desa milik Desa Cikedung yang belakangan pelakunya anak dari kepala Desa itu sendiri.

Dari hasil pengembangan dan penyelidikan anggota Polres Indramayu. dan berkat informasi warga sehingga Polisi dengan mudah dapat mengamankan pelaku JHR serta barang buktinya, dan satu lagi masih DPO, diketahui keduanya adalah warga Subang.

“Keberhasilan penangkapan pelaku dengan barang buktinya di tempat kejadian perkara (TKP) SPBU Terisi Kec. Terisi Kab. Indramayu, Pada hari Minggu, 30 Desember 2018, Tersangka mengedarkan uang palsu tersebut untuk mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan seharga Rp.3.000.000,- untuk uang rupiah palsu sebanyak Rp.5.000.000,- dan Rp.3.000.000,- untuk S$1.000.000 dollar Singapura palsu' Terang Yoris.

Adapun barang bukti yang berhasil disita yakni, 88 (delapan puluh delapan) lembar uang kertas rupiah palsu pecahan Rp.50.000,- (lma puluh ribu rupiah) senilai Rp.4.400.000,- 170 (seratus tujuh puluh) lembar uang palsu Dollar Singapura pecahan S$10.000 Singapura senilai Rp.17.761.525.000,-(tujuh belas milyar tujuh ratus enam puluh satu juta lima ratus dua puluh lima ribu rupiah) 2.200 (dua ribu dua ratus) lembar uang palsu Dollar Singapura pecahan S$10.000 Singapura senilai Rp. 229.855.000.000 (dua ratus dua puluh sembilan milyar delapan ratus lima puluh lima juta rupiah) Total mata uang rupiah Palsu sebanyak Rp.4.400.000 dan Dollar Singapura palsu sebanyak S$ 23.700.000 atau senilai Rp. 274.616.500.000,- (dua ratus tujuh puluh empat milyar enam ratus enam belas juta lima ratus ribu rupiah)
"Tersangka dijerat Pasal 36 ayat (3) UU RI No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan atau pasal 245 KUHP, Dengan ancam pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling banyak Rp.50.000.000.000,- (lima puluh milyar rupiah).

Di akhir acara, Kegiatan Konferensi pers selesai dilanjutkan dengan pemberian Reward dari Bank Indonesia yang disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon berupa Piagam Apresiasi dan Penghargaan Kepada Sat Reskrim Polres Indramayu Atas Kontribusi Dalam Pengungkapan Kasus Pidana Pemalsuan Uang Serta penyerahan Plakat Bank Indonesia Cirebon. 

Pena
By.
AAP
Editor
By.
Redaksi
Foto
By.
Humas Polres Indramayu

Pindang Gombyang makanan khas Indramayu (Foto : Sitian food)
Kehidupan masyarakat di Kabupaten Indramayu tidak bisa lepas dari laut. Posisi wilayah tersebut yang berada di daerah pesisir utara Provinsi Jawa Barat membuat sebagian besar masyarakat di sana bergantung hidup dan mencari makan di lautan.
Dengan melimpahnya hasil laut, tentunya melimpah juga makahan khas Kabupaten Indramayu yang berbahan dasar hasil laut tersebut. Salah satunya adalah pindang gombyang yang sudah melegenda.

Pindang gombyang cukup unik karena rasanya yang menyegarkan. Namun  siapa sangka, makanan yang kini bernilai ekonomis tinggi ini dahulunya tidak diminati.

Adalah Carmiah (49), koki dibalik kesuksesan gombyang. Lewat tangan dinginnya kini makanan tersebut menjadi makanan khas dari Kabupaten Indramayu.
[ads-post]
Carmiah cerita, gombyang adalah makanan yang terbuat dari kepala ikan manyung atau dikenal juga dengan jambal. 

Di Indramayu memang banyak pembuat ikan asin jambal roti. Hampir di setiap pesisir, para pembuat ikan asin mudah untuk ditemui.

Sekitar tahun 2006 silam, kepala ikan manyung belum sepopuler sekarang. Bahkan para pembuat ikan asin membuang begitu saja kepala ikan manyun.

“Dibuang karena limbah. Terus bingung juga kan mau diapakan itu kepala ikan,” katanya, Senin (28/1) kemarin.

Akhirnya ia pun berpikir keras sehingga tercetuslah ide untuk membuat makanan berbahan dasar kepala ikan manyung. Dengan racikan bumbu dan rempah, ia sukses menghilangkan bau amis kepala ikan dan menjadikannya santapan makan siang yang lezat.

“Bumbu dasarnya paling cuma kunyit, bawang merah, putih, laos, kemiri, cabai rawit dan bumbu rempah lain,” ujarnya.

Pada awal berdagang, peminat gombyang sangatlah sepi. Masyarakat masih menilai aneh makanan tersebut. Namun Carmiah tak putus asa. Usahanya pun berbuah manis, Warung dagangannya yang terletak di Pantai Karangsong, Indramayu kini ramai pembeli.

“Setelah dua bulan baru pada datang ke sini,” tutur dia. Carmiah mengatakan, lama kelamaan banyak warga lain yang mengikuti jejaknya berjualan kepala ikan manyung.

Buktinya di sekitar wilayah Karangsong Indramayu banyak ditemukan penjual makanan khas tersebut. Dia pun bersyukur ikan yang semula dijadikan limbah bisa bernilai ekonomi cukup tinggi.

Tak ayal kini kepala ikan manyung memiliki harga di pasar. Dahulu pada tahun 2006 silam, satu kilogram kepala ikan hanya dihargai Rp 2.500 saja. Kini para pedagang ikan menjualnya dengan harga Rp 25.000 per kilogramnya.
“Satu kepala ikan itu beratnya bisa mencapai 2 sampai 3 kilo,” ungkapnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto 
By.
Sitian food

 MENARA POST ,Indramayu- Sebagai upaya menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Indramayu No. 08/2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di sejumlah tempat instansi pemerintah dan swasta, tim Satuan Tugas (Satgas) KTR Indramayu yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Polisi Resort (Polres) Indramayu dan  Penyuluh Kesehatan mengajak sejumlah elemen masyarakat untuk ikut serta menegakan Perda KTR di lingkungan umum.

Hal itu terlihat ketika Tim Satgas KTR Kabupaten Indramayu menyambangi tempat pusat perbelanjaan Yogya Toserba Kabupaten Indramayu, Selasa (29/01/2019) dengan mengajak sejumlah karyawan dan staf Yogya Toserba untuk mensosialisasikan sama-sama melarang ketika ada masyarakat yang berkedapatan merokok sembarangan.

“Sesuai dengan Perda No.08/2016 tentang KTR, sudah menjadi kewenangan kita sebagai ASN, jadi ada kawasan-kawasan memang dilarang orang untuk merokok sembarangan salah satunya di tempat umum seperti ini,” kata Kamsari Sabarudin anggota Tim Satgas KTR yang juga Kepala Bidang (Kabid) Penegak Hukum pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Indramayu, Selasa (29/01/2019).

Menurut Kamsari, masyarakat yang merokok tentunya punya hak masing-masing namun dari satu sisi perokok melanggar hak orang lain juga yaitu dengan asapnya. Sehingga harus ada tempat khusus untuk para perokok agar ada keseimbangan Hak Asasi Manusia (HAM). Namun apabila tetap melanggar Perda KTR tersebut, pihaknya tidak segan-segan untuk bertindak sesuai dengan kewenangannya.

Kamsari menjelaskan, seperti di pusat perbelanjaan, maka pihaknya akan dikenakan sanksi pencabutan izin administrasi apabila supermarket tersebut mengabaikan KTR. Namun apabila dari masyarakat individu yang melanggar KTR maka akan dikenakan hukuman penajara maksimal 7 hari dan denda uang sebesar Rp 500.000,00.

“Kalo yang melanggar di tempat perbelanjaan seperti ini, apabila pihak perbelanjaan melanggar aturan dengan membiarkan masyarakat merokok bebas, maka akan dikenakan sanksi pencabutan izin administrasi, namun bagi yang perokok akan dikenakan hukuman penajara maksimal 7 hari dan denda uang sebesar Rp. 500.000,00,” jelasnya.
[ads-post]
Sementara itu, Inoe Wenita, salah satu staff Supervisor Yogya Toserba Indramayu sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam penegakan Perda KTR, karena rokok meruapakan polusi yang diam-diam bisa membunuh orang secara perlahan. Untuk itu pihaknya sudah menyiapkan tempat bagi perokok yaitu di belakang dan di depan pusat perbelanjaan.

“Kita apresiasi penegakan Perda KTR di sejumlah tempat di Indramayu termasuk di pusat perbelanjaan, karena kita sudah mengetahui rokok itu selain bahaya masalah kesehatan juga menggangu aktivitas masyarakat dari polusi udaranya itu. Di Yogya Toserba kita sudah sediakan area merokok, baik di belakang maupun di depan toko. Namun apabila masih membandel kita akan menegurnya demi kenyamanan banyak orang,” pungkasnya. (M.Toyib)

 MENARA POST ,Indramayu- Jawara Seniman Pantura (Jamantra) Peduli Seniman hadir di kuliner cimanuk untuk melakukan kegiatan Bakti Sosial mengumpulkan Donasi dari pengunjung,bertempat di panggung keong kulcim kelurahan margadadi kecamatan Indramayu kabupaten Indramayu,Sabtu(26/01/2019).

Turut hadir untuk memeriahkan acara Baksos Jamantra Peduli Seniman Ketua Jamantra Yadi Bass dan Artis Pantura Dewi kirana,Tia innova,Itty Ashela,Dede S,Susi Susilawati,Iva Denada,Maya Ningrum,Rose Rosita,Mugilahia,Endy Deles,Kang Aim,Rose Rosita, endy deles,dan lain lain.

Kegiatan amal yang dilakukan oleh jamantra patut dijadikan contoh dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan para penggiat seni yang lain,mereka melakukan giat berdasarkan jiwa sosial mereka yang tinggi dan rasa kepedulian terhadap para seniman yang sedang mendapatkan musibah atau yang lagi sakit.hal ini disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat Indramayu Agus Suherman Ketua DPC KPK Nusantara saat melihat aksi Jamantra di panggung keong kulcim.
[ads-post]
"Saya sebagai warga Indramayu sangat mendukung dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan Jamantra Peduli Seniman.aksi mereka berhak mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan pemerintah.tidak semua komunitas seniman giat melakukan baksos yang kusus menbantu para seniman itu sendiri."Ungkapnya

Masih pada tempat yang sama Yadi Bass menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah dilakukan di berbagai tempat.

" Giat Jamantra peduli seniman, yang melakukan baksos mengumpulkan Donasi untuk para seniman sudah dilakukan di berbagai tempat.komunitas kami memang giat melakukan baksos untuk para seniman itu sendiri,karena kami seniman dan siapa lagi yang harus memerhatikan para seniman,kalau bukan seniman itu sendiri.harus dimulai dari para seniman dan untuk seniman,mungkin nanti diluar para seniman akan mengikuti langkah kita yang peduli sesama.itu harapan kami."jelasnya
(GTR)

 MENARA POST ,Indramayu-Anggota Komisi V DPR Rİ, Yoseph Umarhadi dan kedua balai wilayah sungai, yakni Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) dan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCCis), meninjau kondisi  pendangkalan yang cukup tinggi dampak sedimentasi lama hingga terjadinya tanah timbul di sepanjang pantai Sumbermas Desa İlir Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, mengakibatkan tersumbatnya muara sungai Sumbermas sebagai satu - satunya akses nelayan diwilayah tersebut.

Peninjauan lokasi tersebut, sekaligus mensosialisasikan rencana normalisasi muara Sumbermas berikut pembangunan jetty, yang disambut baik puluhan nelayan setempat, Kamis (24/1/2019).

"Rencana pembuatan jetty dan sandaran perahu adalah bentuk responsipnya selaku anggota legislatif guna mengakomodir aspirasi masyarakat Desa İlir," kata Yoseph.

Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini, nelayan diwilayah tersebut tidak bisa menyandarkan kapal nelayannya di daerah sendiri akibat kondisi muara dangkal, sehingga harus bersandar dan membongkar ikan di tempat lain, seperti Muara Baru, Eretan dan beberapa pelabuhan nelayan lainnya, padahal potensi produksi ikan hasil tangkapan nelayan Desa İlir tersebut cukup tinggi.

"Dua hari lalu kami terima keluhan para nelayan Desa İlir dan hari ini juga  bersama Kepala BBWSC dan BBWSCCis dilakukan peninjauan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat tentang rencana pembuatan sandaran kapal ataupun jetty," ujarnya.

Menyinggung tentang realisasi pembangunan jetty, Yoseph, mengatakan, mengingat pentingnya kebutuhan tersebut bagi para nelayan yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan mereka, maka pihaknya akan mengupayakan di tahun anggaran 2019 ini bisa direalisasikan.

"Kami akan sampaikan ke Kementrian PUPR agar ditahun 2019 ini bisa direalisasikan," ungkapnya.

Kepala BBWSCCis, Bop Arthur Lambogia, mengatakan, posisi muara Sumbermas berada diperbatasan dua wilayah kerja antara BBWSC dan BBWSCCis, sehingga pada peninjauan lokasi ini dilakukan secara bersama - sama dan didapati kondisi muara tersebut sudah tertutup pasir atau sedimen sehingga perlu dilakukan normalisasi dan dilengkapi dengan break water, kemudian untuk mendorong terwujudnya keinginan masyarakat tersebut pihaknya sudah membuat desain yang disesuaikan dengan kondisi pantai muara Sumbermas.

"Untuk saat ini kami sudah menyiapkan desain yang pas untuk muara Sumbermas," terangnya.
[ads-post]
Sementara, Kepala Desa İlir, H. Rastiman yang akrab dengan sapaan H. Wahab, mengatakan, atas nama masyarakat sangat mengapresiasi respon dan upaya yang dilakukan Yoseph Umarhadi untuk meninjau langsung kondisi pantai dan muara Sumbermas, setelah sebelumnya berhasil menggiring program pembangunan bendungan karet di Sungai Perawan yang menelan anggaran hampir 60 milyar rupiah, kemudian untuk muara Sumbermas bukan hanya pemenuhan kebutuhan nelayan saja melainkan ada potensi wisata yang saat ini tengah dikembangkan yakni Pantai Panjiwa dan merupakan salah satu skala prioritas yang diajukan.

"Kami berharap ditahun anggaran 2019 ini bisa direalisasikan, guna mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat Desa İlir, baik dari sektor perikanan maupun pariwisata," pungkasnya

MENARA POST Indramayu - Kabar Tabloid Indonesia Barokah yang telah tersebar di Kabupaten Indramayu.

Membuat Bawaslu Kabupaten Indramayu tengah menyelidiki penyebaran dan konten tabloid tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu Kabupaten Indramayu Nurhadi, saat memberikan sambutan di acara deklarasi damai di pantai Karang Song.

"Tabloid itu (Indonesia Barokah) ada. Tapi kita tidak mengamankannya, kita hanya meminjam dari sejumlah masjid untuk kita kaji kontennya," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Indramayu Nurhadi saat pidatonya di acara deklarasi damai di Karang Song Indramayu, Kamis (24/1/2019). 

Nurhadi mengatakan pihaknya sudah berkordinasi dengan PT Pos Indramayu terkait penyebaran tabloid Indonesia Barokah.

Menurut PT Pos Indramayu, lanjut Nurhadi, telah mendistribusikan sebanyak 147 amplop yang berisi tabloid Indonesia Barokah ke seluruh Indramayu.

"Kita lihat datanya di PT Pos Indramayu, ada 147 amplop terkait tabloid itu yang sudah disebar. Kemudian, masih tersisa 9 amplop di PT Pos Indramayu," kata Nurhadi. 
[ads-post]
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Indramayu AKBP M Yoris Marzuki mengaku sudah berkordinasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Indramayu terkait penyebaran tabloid tersebut. Pihaknya telah mengamankan empat tabloid dari sejumlah masjid di Kecamatan Gabus. 

"Empat tabloid dari Kecamatan Gabus kita amankan. Tabloid itu diterima pada Jumat (18/1/2019) kemarin. Tabloid itu dikirim melalui paket pos. Kita sedang dalami ini," katanya. (Red)

Saerih, penderita Penyakit Muscle Bridging Mid, Foto By.Adam Pramuja
 MENARA POST Dalam sebuah rumah terlihat sosok permpuan yang sedang duduk di sebuah kursi, perempuan tersebut sesekali mengelus-elus perutnya yang membuncit, Sang suami pun menduga bahwa isterinya sedang hamil, Namun dugaan suami tersebut meleset karena perut buncit sang isterinya bukanlah karena hamil, melainkan sebuah penyakit yang sedang dideritanya.
Saerih (35) sosok ibu muda beranak dua ini sedang berjuang melawan penyakit yang sedang dideritanya selama bertahun-tahun.

Namun karena faktor ekonomi, Saerih, warga Desa Bojongslawi, Kec.Lohbener, Kab. Indramayu, Terpaksa menjalani perawatan di rumah sepupunya.

Berdasarkan pantauan wartawan Menara Post di kediamannya, Saerih menderita penyakit pada bagian perutnya. Menurut keterangan Rusnedi (40) suami Saerih, menjelaskan bahwa Saerih pernah di rawat selama 11 hari di RSUD Indramayu, berdasarkan informasi dari dokter saat melakukan pengecekan di RSUD Indramayu menjelaskan ada penyakit Liver.

Selama dirawat di RSUD tak kunjung sembuh, Rusnedi memutuskan untuk memulangkan istrinya dari rumah sakit dan menjalani berobat jalan dirumah.

Namun setelah beberapa hari menjalani berobat jalan perut saerih tak kunjung kempes dan keluarga pun menyarankan untuk berobat ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang, Rusnedi pun mengamini anjuran keluargnya tersebut.

“Alhamdulillah setelah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara istri saya agak mendingan, Dalam artian hamper 50% sudah tidak merasakan sakit di perutnya” Kata Rusnedi saat diwawancari dirumah sepupunya, tempat saerih dirawat, di Desa Ujungaris, Kec. Widasari, Rabu 23/01/2019.

Rusnedi melanjutkan, Saat menjalani perawatan di rumah sakit Bhayangkara, Saerih di vonis mengalami gangguan pada jantung, dan pihak rumah sakit menyarankan untuk di periksa di Rumah Sakit specialis jantung.

“Berdasarkan saran dari pihak rumah sakit Bhayangkara,saya membawa Saerih ke Rumah Sakit Jantung Hasna Medika yang beralamat di Jl. Raden Gilap, Palimanan, Cirebon.” Lanjut Rusnedi.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dr, Chaerul Achmad, So.JP (K), Pada tanggal 12 Oktober 2018, Menyebutkan bahwa Saerih mengalami penyakit Muscle Bridging Mid atau Anatomi Pembuluh Darah Koroner Jantung.
[ads-post]
Setelah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jantung Hasna Medika, Saerih dibawa pulang ke ruamh saudaranya.

Untuk diketahui saat ini Saerih sedang menjalani berobat jalan, dan dirawat oleh saudara sepupunya di Desa Ujungaris Rt/Rw 09/03 Kec.Widasari, Kab.Indramayu.

Saerih terpaksa dirawat di rumah sepupunya dengan alasan, minimnya biaya untuk melakukan perawatan di rumah sakit, Disamping itu, di desa asalanya yakni Desa Bojongslawi, Kec.Lohbener, Kab.Indramayu tidak ada yang mengurusnya, Kepala Desa Bojongslawi yang baru pun menurutnya masih belum peka terhadap kondisinya, Kedua orang tua Saerih sudah lama meninggal, Sedangkan kaka kandung Saerih sendiri sedang bekeja di luar kota.

"Kalau kades yang lama, sudah banyak membantu, namun untuk yang baru, karena mungkin masih baru menjabat, jadi kurang peka" Keluhnya.

Sebelumnya diberitakan sebelumnya, Pemkab Indramayu meraih sebuah Penghargaan di Bidang Kesehatan yang menggandeng Forum Kabupaten Indramayu Sehat (FKIS) yang dibentuk berdasarkan SK Bupati Nomor:441.05/Kep.56C-Bappeda/2014.

Saat itu Bupati yang masih dijabat oleh Hj. Anna Sophanah menerima berupa penghargaan dari pemerintah pusat.

Seperti dikutip dari laman Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Kepala Bappeda Kabupaten Indramayu, mengungkapkan, Penghargaan yang diberikan Pemerintah kepada Kabupaten Indramayu pada tahun 2015 ini merupakan penghargaan yang kedua, karena pada tahun 2013 di bawah kepemimpinan Bupati Anna Sophanah dan Wakil Bupati Supendi, Kabupaten Indramayu juga meraih penghargaan Kabupaten Sehat untuk kategori Swasti SabaPadapa.

Wawang menambahkan, dalam verifikasi yang dilakukan Tim Pusat di Indramayu ada 4 (empat) tatanan yang menjadi Kriteria penilaian, yaitu: Kawasan Permukiman Sarana dan Prasarana Umum, Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat, Ketahanan Pangan dan Gizi serta Kehidupan Masyarakat yang Sehat Mandiri dengan Lokus (Lokasi Khusus) Penilaian di 7 Tempat. (27/11/2015).

Berdasarkan penghargaan tersebut Rusnedi suami Saerih berharap pemerintah mau pun dermawan ada yang mau membantu beban istrinya yang selama kurang lebih 4 Tahun penyakitnya tak kunjung sembuh.

“Mudah-mudahan pemerintah Indramayu mau pun swasta mau membantu meringankan beban saya, agar saya beserta anak Isteri bisa beraktifitas normal kembali” Harapnya.

Di tempat terpisah, Pemerintah Desa Ujungaris menjelaskan, selama Saerih tinggal di Desa tersebut pihaknya sudah berusaha membantu untuk meringankan bebannya, Melalui Ali, sekretaris Desa, Saat ditemui di kantor Desa Ujungaris menerangkan bahwa ada warga yang bernama Saerih numpang perawatan di Rumah sepupunya.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar, bahwa ada warga Desa Bojongslawi yang numpang nginap di rumah sepupunya, guna menjalankan rawat jalan, Meskipun Saerih bukan warga Ujungaris, Namun pihaknya tetap membantu meringankan bebannya” Jelas Ali Sekdes Ujungaris.
  
Saat ini kondisi Saerih perutnya masih membesar seperti sedang mengandung 9 bulan, Dengan tali pusar keluar, Saerih hanya bisa duduk diam dan lemas yang sesekali mersakan sakitnya di perut.

Sedangkan suaminya sendiri bekerja serabutan, yang hanya buat makan sehari-hari saja terkadang masih kurang. (AAP)

Indramayu, Suci Nabila bayi berusia 8 bulan Putri dari Tarnoto dan Marsana,Warga Desa Mekarsari blok pilangsari RT. 03/01 Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu yang menderita penyakit Hidrosfalus (kondisi ukuran kepala yang membesar secara tidak normal akibat adanya penumpukan cairan di dalam rongga vertical otak) yang berasal dari keluarga tidak mampu sangat membutuhkan bantuan para Dermawan dan Pemerintah.

Suci Nabila yang tinggal bersama Neneknya ibu Rani mendapatkan uluran tangan/ bantuan dari Eka Trilinda Ningrum A.Md warga Kecamatan Patrol dan H.Bambang Hermanto, SE warga Kecamatan Sukra,Minggu (20/01/2019).

   Kuwu Desa Mekarsari Cato melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Ato Pujianto saat di hubungi awak media mengatakan bahwa suci nabila adalah bayi yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.
[ads-post]
  Suci Nabila  yang berusia 8 bulan yang menderita Hidrosfalus, merupakan bayi yang berasal dari keluarga yang tidak mampu, "kami selaku Pemerintah Desa Mekarsari telah berupaya membantu proses pengobatan gratis dari pemerintah melalui pembuatan BPJS untuk Suci Nabila, dan kini sudah menjalani pengobatan rutin, akan tetapi faktor usia Suci Nabila, dokter belum berani melakukan operasi, "Terangnya.
   Selain itu, lanjut Ato Pujianto(Sekdes), selaku Pemerintah Desa Mekarsari mengucapkan terima kasih kepada Eka Trilinda Ningrum, A.Md dan H.Bambang Hermanto, SE yang sudah menyambangi dan  telah membantu warganya yang bernama Suci Nabila bayi penderita Hidrosfalus,yang berasal dari keluarga tidak mampu, atas kepeduliannya kepada warganya. (Red)

Gogo Duit, atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah mencari uang di dalam selokan.
Salah satu warga menunjukkan uang pecahan 100 ribu, hasil dari pencarian di selokan.
Sebuah video yang menunjukkan warga beramai-ramai mencari uang di dalam selokan viral di media sosial. Berdasarkan informasi yang beredar, tidak hanya uang yang ada di aliran air tersebut, melainkan juga emas dan barang berharga lainnya.

Dalam video yang diunggah pemilik akun Facebook bernama Yuni Rusmini, terlihat warga ramai-ramai turun ke dalam parit mengobok-obok aliran air, Beberapa warga yang beruntung berhasil mendapatkan lembaran uang kertas pecahan Rp100ribu.
"Infonya beredar katanya uang puluhan juta rupiah dibuang di sungai beserta emas, seperti kalung, gelang, dan lain-lain. Spontan, warga beramai-ramai mencarinya meski penuh lumpur," ujar Yuni Rusmini, membubuhkan caption video yang diunggahnya di Facebook.
[ads-post]
Masih berdasarkan keterangan netizen tersebut, kejadian unik ini terjadi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Yuni menyebut peristiwa itu terjadi pada Jumat, 18 Januari 2019 sore.
Warga yang mengobok-obok air di dalam parit tersebut tampak riang gembira kendati berpeluh lumpur di sekujur tubuhnya. Apalagi, mereka yang berhasil mendapatkan uang tampak mengekspresikan kegembiraannya.
"Meski penuh dengan lumpur, warga samgat senang. Beberapa orang sudah mendapatkan uang mulai dari Rp200ribu, Rp300ribu bahkan lebih," ungkap Yuni Rusmini.
Dia mengatakan bahwa uang dan emas tersebut dibuang oleh orang yang memiliki keterbelakangan mental. Uang itu, sambung Yuni, disebut milik anak seorang pedagang ayam bernama H Namirah. Kendati demikian, seluruh informasi ini masih harus dikonfirmasi kembali kebenarannya. (Red)

Jajaran Polsek Cikedung telah melakukan penggeledahan sebuah rumah milik DIDI SUDJATMADI (Kuwu Desa Cikedung) di Blok I Rt. 009 Rw. 001 Desa dan Kec. Cikedung Kab. Indramayu,
Penggeledahan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikedung IPTU I GUSTI KADE INDRAYANA ini melibatkan Anggota Polsek Cikedung AIPTU SUTARKO, SH, BRIGADIR SHANDY YUDHA, dan Tim Buser Polres Indramayu AIPDA MASADI, BIRIPKA EKO BUDIONO, serta TI Polda Jabar BRIPKA DEDI.
Pelaku sedang menunjukkan tempat persembunyian uang hasi hasil curian
Hasl dari penggeledahan tersebut Polisi berhasil menemukan 1gram shabu lengkap dengan alat hisap bekas pakai.

Menurut keterangan Kapolsek Cikedung
IPTU I GUSTI KADE INDRAYANA, Narkoba jenis shabu tersebut milik DESAH, Anak Kuwu Desa Cikedung, selanjutnya dilakukan interogasi dan yang bersangkutan mengakui bahwa membeli shabu dari uang dana desa yang dicuri.

"Selanjutnya Kami melakukan penggledahan kembali digudang pertama milik Sdr. DESAH dan ditemukan uang sejumlah Rp 33.270.000,- (Tiga Puluh Tiga Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Rupiah) dibungkus plastik warna hitam didalam karung yang tersimpan di aquarium yang tidak terpakai dan 1 (Satu) Buah Lap Top Merk DEL dan dilakukan pemyitaan." Ungkap IPTU I GUSTI KADE INDRAYANA, dalamn keterangan tertulisnya. Rabu 16/01/2019.

Gusti melanjutkan bahwa jajarannya melakukan pengembangan terhadap  DESAH dan dari hasil pengembangan dilakukan penggledahan kembali di gudang kedua.

Setelah dilakukan penggeledahan selanjutnya, Polisi berhasil menemukan uang puluhan juta di dalam gudang tersebut,

"Dari hasil penggeledahan kedua, ditemukan kembali sejumlah uang sejumlah Rp 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah) yang di bungkus plastik warna hijau tersimpan didalam tas warna hitam hingga total uang  yang ditemukan sejumlah Rp 73.270.000,- (Tujuh Puluh Tiga Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah) dan dilakukan penyitaan." Lanjutnya.
Setelah dilakukan penggeledahan, Sekira pukul 22.00 Wib Polisi menginterogasi DESAH. Dari hasil interogasi, yang bersangkutan mengaku bahwa uang hasil curiannya disimpan di rumah saudaranya, di Blok Ludoyong Desa Karang Asem Kec. Terisi, Kab. Indramayu.

"Mendengar keterangan dari Desah, Anggota Unit Reskrim Polsek Cikedung dan Polres Indramayu yang dipimpin Kasat Reskrim AKP SUSENO ADI WIBOWO berangkat menuju ke rumah yang dimaksud, namun sesampainya dirumah yang dituju berdasarkan keterangan dari Sdr. DESAH bahwa kunci rumah tersebut dipegang istrinya Sdri. DESI sehingga beberapa anggota kembali ke rumah Sdr. DESAH dan keterangan dari Sdri. DESI bahwa kunci rumah tsb diatas berada di dalam motor yang berada dirumah kost di Kab. Indramayu selanjutnya anggota bersama Sdri. DESI menuju rumah kost untuk mengambil kunci." Lanjut Gusti.
[ads-post]
Di tempat terpisah Sekira pukul 00.58 Wib Polisi kembali melakukan penggledahan di rumah yang dimaksud oleh Sdr. DESAH, di tempat tersebut Polisi kembali menemukan uang sejumlah Rp 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) yang dibungkus plastik warna putih sehingga total uang yang ditemukan hasil pengembangan berjumlah Rp 173.270.000,- (Seratus Tujuh Puluh Tiga Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah).

"Adapun untuk uang yang lainnya berdasarkan keterangan dari Sdr. DESAH serta Sdri. DESI uangnya sudah dipakai buat biaya kontrol kandungan, bayar pengacara, beli emas, beli hp, renovasi rumah, dll." Pungkas Gusti.

Sebelumnya diberitakan bahwa Dana Desa, Cikedung hilang dicuri.

Hingga berita ini diturunkan, Polisi masih melakukan pengembangan kasus pencurian Dana Desa tersebut (AP)

INDRAMAYU- Rapat dengar Pendapat (RDP) anggota DPR  MPR RI Dr Ir H,E. Herman Khaeron ,M,Si dari Partai Demokrat,Daerah Pemilihan Cirebon-Indramayu.
guna menyerap aspirasi dan keinginan  seluruh jajaran pengurus partai Demokrat ,baik DPC sampai PAC  Se Kabupaten Indramayu.bertempat di Hotel handayani ,berlangsung penuh makna dengan Suasana nyaman,juga dirasakan seluruh peserta bahkan sesekali gelak tawa mewarnai dengar pendapat berlangsung.
 
 Herman Khaeron menjelaskan setiap anggota DPR /MPR RI yang terpilih wajib mendengar dan memperjuangkan masyarakat daerah pemilihanya,selain itu.dengar pendapat sangat penting dilakukan oleh setiap anggota DPR /MPR RI,dengan maksud agar lebih memasyarakatkan serta membudayakan pentingnya membangun komunikasi antar seluruh jajaran pengurus sampai tingkat PAC. bukan itu saja kami juga sedang giat membangun komunikasi dengan masyarakat luas dan menjaring semua aspirasi."
 
 menurutnya rapat dengar pendapat Kali ini suasana kekeluargaan terjalin sangat baik,bahkan dari hasil kegiatan itu dirinya banyak menyerap pertanyaan pertanyaan dan Aspirasi yang perlu digodok di Parlemen.
   
ketika berbincang dengan awak media,"terungkap secara gamblang banyak aspirasi dari bawah  belum tersosialisasikan,terkait Pilpres Pileg secara utuh kepada masyarakat.

" dan saya akan  meminta secara khusus,dan ini sering dibicarakan pada rapat  dengar pendapat.adapun orang gila tentu tidak boleh memilih tapi orang  Disabilitas mental  gila permanen jelas tidak boleh memilih." jelasnya.
                                                                                                                                                            (Otong.S)

Memasuki musim tanam rendeng  Kepala Dinas Pertanian Indramayu melalui kasi Binus Endang Sugiono STP Memastikan tidak terjadi kelangkaan pupuk pada awal musim tanam 2019 /2020.

 Petani di Indramayu sudah berjalan untuk kembali kesawah karena telah  memasuki musim tanam,dan belum ada keluhan terkait kelangkaan Pupuk semuanya aman dan terkendali.
   
Ketika di temui diruang kerjanya Kasi Bina Usaha Dinas Pertanian Indramayu Endang. S memberikan tanggapannya.

".ketersediaan pupuk petani tidak menemukan kendala berarti,baik stok persediaan digudang pupuk maupun ditingkat petani.bahkan kami sangat bangga dengan adanya kartu tani,jelas memberikan dampak yang sangat baik.

"pola pengaturan pupuk dan pengambilan pupuk tidak sekaligus diterapkan semua, pengambilan pupuk Berdasarkan kebutuhan tanam dan umur padi,memang tahun kemaren bila saat musim tanam tiba kebutuhan pupuk hilang dari pasaran.

" tapi sekarang ceritanya sangat jauh berbeda kebutuhan akan pupuk petani sudah dipikirkan secara matang hingga tidak lagi ada kelangkaan Pupuk."Jelasnya
 
 Seperti Sudirjo (Jojo) warga tani asal Desa Jarisawit Kecamatan Jatibarang menceritakan kondisi tanam,"saat sekarang dan permasalahan pupuk baik urea maupun lainya, petani sekarang sangat dimanjakan,dengan adanya aturan yang baru.semuanya tersedia dengan baik kebutuhanya penggunaan kartu tani dan pengambilan pupuk di kios juga tidak terburu buru semuanya terukur dengan kebutuhan tanam dan umur padi."katanya
   
Senada juga disampaikan oleh Dano petani asal desa Malang semirang kecamatan Jatibarang ," memang kebutuhan urea untuk tanam padi kami rasakan tidak menemukan kendala yang berarti, semuanya tersedia dengan baik.

".cuman irigasi pertanian kalau boleh kami usulkan masih belum sepenuhnya terpenuhi,pertanian teknis  Alat mesin pertanian juga sudah banyak dimiliki ketua kelompok Petani.memang petani di era sekarang sangat dimanjakan,tinggal bagaimana hasil pertanian menjadi kata kunci akan keberhasilan pertanian ,sebab kita juga dituntut nama besar pertanian Indramayu sebagai lumbung padi Nasional."Jelasnya
 
 Ditempat terpisah ketua LSM Lembaga Investigasi Negara yang membidani pertanian Budi,"Petani sekarang sudah tidak menemukan kendala berarti,ketersediaan pupuk baik ditingkat gudang maupun ditingkat petani semuanya tersedia dengan baik.

"tinggal pembenahan saluran irigasi pertanian dan alat mesin pertanian,kurasa masih harus ada pembenahan serta penambahan, sebab petani Indramayu dituntut  akan hasil pertanian agar bisa memnuhi kebutuhan Nasional lumbung padi,"katanya
                                                                                                                                                             

STNK
Di balik Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) terdapat lembar surat ketetapan pajak daerah PKB/BBN-KB dan SWDKLLJ.

Mungkin sebagian pemilik kendaraan belum mengetahui maksud dari istilah-istilah yang ada di lembar tersebut.

Di lembar itu ada istilah berupa BBN KB, PKB, SWDKLLJ dan biaya ADM. Otolovers sudah tahu arti dari istilah-istilah itu? Yuk kita bahas.

1. BBN KB
BBN KB adalah singkatan dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Mengutip dari laman resmi Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, BBN KB adalah pajak atas penyerahan hak milik kendaraan bermotor sebagai akibat perjanjian dua pihak atau perbuatan sepihak atau keadaan terjadi karena jual beli, tukar menukar, hibah, warisan, atau pemasukan ke dalam badan usaha.
Tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor ditetapkan masing – masing sebagai berikut :
- Penyerahan pertama sebesar 10% (supuluh persen)
- Penyerahan kedua dan seterusnya sebesar 1% (satu persen)

2. PKB
PKB adalah singkatan dari Pajak Kendaraan Bermotor. Pajak Kendaraan Bermotor, dipungut pajak atas kepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor. Pajak Kendaraan Bermotor dikenakan untuk masa pajak 12 bulan berturut-turut terhitung mulai saat pendaftaran kendaraan bermotor.
Tarif Pajak Kendaraan Bermotor kepemilikian oleh orang pribadi ditetapkan sebagai berikut:
1. untuk kepemilikan kendaraan bermotor pertama, sebesar 2% (dua persen);
2. untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedua, sebesar 2,5% (dua koma lima persen);
3. untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketiga, sebesar 3% (tiga persen);
4. untuk kepemilikan kendaraan bermotor keempat, sebesar 3,5% (tiga koma lima persen);
5. untuk kepemilikan kendaraan bermotor kelima, sebesar 4% (empat persen);
6. untuk kepemilikan kendaraan bermotor keenam, sebesar 4,5% (empat koma lima persen);

7. untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketujuh, sebesar 5% (lima persen);
8. untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedelapan, sebesar 5,5% (lima koma lima persen);
9. untuk kepemilikan kendaraan bermotor kesembilan, sebesar 6% (enam persen);
10. untuk kepemilikan kendaraan bermotor kesepuluh, sebesar 6,5% (enam koma lima persen);
11. untuk kepemilikan kendaraan bermotor kesebelas, sebesar 7% (tujuh persen);
12. untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedua belas, sebesar 7,5% (tujuh koma lima persen);
13. untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketiga belas, sebesar 8% (delapan persen);
14. untuk kepemilikan kendaraan bermotor keempat belas, sebesar 8,5% (delapan koma lima persen);
15. untuk kepemilikan kendaraan bermotor kelima belas, sebesar 9% (sembilan persen);
16. untuk kepemilikan kendaraan bermotor keenam belas, sebesar 9,5% (Sembilan koma lima persen);
17. untuk kepemilikan kendaraan bermotor ketujuh belas, sebesar 10% (sepuluh persen);

3. SWDKLLJ
SWDKLLJ adalah singkatan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. SWDKLLJ dikelola oleh Jasa Raharja.
SWDKLLJ dibayar pemilik kendaraan bersamaan dengan membayar pajak kendaraan di Samsat. Manfaatnya, dengan membayar SWDKLLJ otomatis pemilik kendaraan telah mengalihkan kerugian yang ditimbulkan pihak ketiga ke Jasa Raharja (tidak termasuk kerugian harta benda).
Misalnya, mobil menabrak pengendara lain, pejalan kaki, pengguna sepeda dan penyeberang jalan maka korban tersebut akan disantuni oleh Jasa Raharja.

4. Biaya ADM
Biaya ADM maksudnya adalah biaya administrasi. Dalam hal ini, ada biaya administrasi STNK dan biaya administrasi TNKB.

Januari 13, 2019
SBMI Cabang Indramayu
 Indramayu - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, selama tahun 2018 menerima aduan permasalahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 54 perkara.

"Ada berbagai masalah yang kami terima selama 2018 dan tercatat pengaduan ke kita sebanyak 54 aduan," kata Ketua SBMI Cabang Indramayu Juwarih di Indramayu, Rabu.

Menurut Juwarih, aduan kepada SBMI itu sangat beragam, mulai dari hilang kontak, penganiayaan, tidak digaji, penempatan tidak sesuai prosedur, meninggal dunia dan beberapa kasus lainnya.

Dari jumlah 54 kasus yang diadukan ke SBMI Cabang Indramayu selama 2018, lanjut Juwarih, terbanyak yaitu aduan terkait penempatan yang tidak sesuai prosedur sebanyak 12 perkara.

Sedangkan untuk aduan yang selesai ditangani selama 2018 ada 24 aduan dan yang masih dalam proses sebanyak 25 aduan.

"Sisanya dua aduan mengalami buntu dan tiga lainnya batal," ujarnya.

[ads-post]
Juwarih menambahkan untuk negara yang TKW nya sering melakukan pengaduan yaitu Arab Saudi sebanyak 15 aduan disusul Taiwan dengan 13 aduan, Yordania tujuh.

Kemudian Korea Selatan dengan lima aduan, Abu Dhabi empat pengaduan, Malaysia tiga, Singapura dan Irak dua pengaduan.

"Sisanya TKI yang berasal dari Suriah, Kuwait dan Qatar yang masing-masing ada satu aduan," tuturnya.

Sementara apabila dibandingkan dengan tahun 2017, maka pengaduan yang dilayangkan ke SBMI Cabang Indramayu mengalami peningkatan.

"Ada kenaikan. Di tahun 2017 data pengaduan yang masuk ke SBMI Indramayu 39 kasus, sedangkan di 2018 terdapat 54 kasus aduan," katanya.

Indramayu - Bukanlah hal yang mudah untuk merebut sebuah kemenangan dalam Pilpres 2019, untuk itu Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Kabupaten Indramayu  bergerak masiv menggalang kesatuan dan persatuan  mendeklarasikan Pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin yang  bertempat di Canella Cafe, Rabu (9/1).

Dalam sambutan yang disampaikan Ketua DPC. Projo Kabupaten  Indramayu Agus Suwarjono menegaskan agar dalam berkampanye, Projo haruslah selalu mampu menjadi ksatria yang pinunjul, arif dan bijaksana.

"Kita jangan sekali-kali menjual informasi yang buruk terhadap siapapun, jadilah ksatria dalam berkampanye dan tunjukkan bahwa Projo adalah wadah yang solid dan anti hoax, serta kita harus  mampu menyuguhkan capaian-capaian positif yang telah berhasil dilakukan pada masa Bapak. Jokowi menjabat.

Walaupun bedasangan survai menyatakan bahwa pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin selalu unggul, namun harus kita fahami bahwa politik sangatlah dinamis, untuk  itu  dalam waktu yang singkat ini, kita harus bergerak lebih tajam untuk memenangkan pasangan Jokowi -  Ma'ruf Amin, serta  selalu berikan informasi yang akurat  secara berulang-ulang, dan  yakini bersama bahwa pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin akan selalu menang "jelasnya.

Ketua DPD. Projo Jabar yang diwakili oleh Iwan Hendrawan  yang juga sebagai Dewan Pembina Projo dan tokoh senior Nasionalis di Bumi Wiralodra menyampaikan ucapan selamat kepada ketua DPC. Projo terpilih, Agus Suwarjono dan dirinya dalam moment tersebut  berorasi  menyiapkan langkah-langkah strategis pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin.
"Dalam merebut kemenangan jangan sekali-kali menggunakan cara Black Campaign, diantaranya adalah ketika pihak lawan menggunakan isu PKI untuk digoreng menjadi sebuah isu strategis dalam menghalau suara pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin, ketika isu tersebut datang maka kita harus dapat mengcounternya dengan informasi yang baik dan benar, karena isu  PKI adalah produk isu central yang dilakukan oleh masa orde baru dan berharap bisa menumbangkan pasangan Jokowi -  Ma'ruf Amin seperti ketika di pilkada DKI Jakarta kemarin.
[ads-post]
Masih menurut Iwan Hendrawan bahwa hingga saat ini akar rumput faham bahwa nama Jokowi sangatlah unggul dalam berbagai bidang, apalagi jika kita sandingkan dengan Kiyai Ma'ruf Amin yang telah lebih dulu lahir sebagai personal yang memiliki banyak pengikut,  baik dari kalangan kaum sarungan Nahdliyin,  Milenial dan Cendekiawan, maka diyakini peta perolehan suara di Indramayu akan memenangkan telak perolehan suara hingga 70% lebih.

Iwan menambahkan bahwa pengalaman pada tahun 2014 lalu di Indramayu yang pada saat itu belum ada Projo dan pemenangan lainnya, kubu  Jokowi telah berhasil menang dengan perolehan suara sebanyak 59% lebih.

Dalam deklarasi tersebut,  turut diserahkan alat peraga kampanye dan pengucapan sumpah pemenangan untuk pasangan Jokowi  - Ma'ruf Amin.

Indramayu- Launching perdana Inovasi Anak desa dalam merancang menciptakan alat pembakaran  Sampah Non Polusi ramah lingkungan mendapat Apresiasi dari berbagai Komponen masyarakat,pasalnya Masalah sampah adalah masalah klasik maayarakat.tapi pemecahan untuk memusnahkan sampah yang masih menjadi kendala sampai saat ini.

Dalam acara Launching uji pelaksanaan dan pembakaran sampah dihadiri Kuwu Desa Kongsi jaya H Sutarjo ,sebagai tuan Rumah Kepala Dinas lingkungan Hidup Aep Surahman,Sugeng kepala dinas DPMD, dan  camat Widasari Dulyono .

Di sela kesibukanya Kuwu Desa Kongsi jaya H Sutarjo masih sempat memberikan komentar terkait dengan salah satu warganya menciptakan alat pembakar sampah tanpa polusi,"kami selaku kepala Desa jelas sangat mendukung adanya inovasi kreatif dalam memerangi sampah serta menciptakan alat pembakar sampah tanpa polusi ini,tentu tidak terlepas arahan dari Pemerintah Desa.sebagaimana bentuk ukuran manfaat yang dirasakan,serta seberapa besar pembakaran sampah semuanya melalui kajian dan uji coba.

"sedangkan anggaran pembikinan kami siapkan dari Dana Desa, tentu harapan kami dengan pembikinan alat pembakar sampah banyak Pemerintah Desa Lain mau berinovasi menciptakan alat pembakar sampah yang lebih maju dan simpel."katanya

Masih menurutnya Sutarjo,"Masalah sampah  tidak sesederhana apa yang kita bayangkan,kalau sampahnya sedikit memang sangat mudah.tapi kalau setiap hari sampah menumpuk,terus  di buang ke sungai.tentu tidak boleh di biarkan,bau busuk sampah sangat mengganggu,kurang nyaman, keindahan Desa Juga terganggu.makanya kami sangat mendukung sekali atas penciptaan pembakaran sampah tanpa polusi.

"kami selaku Kepala Pemerintah Desa melakukan pembinaan,agar apa yang telah diciptakan bisa bermanfaat untuk Desa Kongsi Jaya khususnya,dan lebih luas lagi bermanfaat untuk Kabupaten Indramayu.

penciptaan alat ini akan menunjang kebersihan,kalau saja setiap desa mempunyai alat pembakar sampah tanpa polusi.itu akan mengurangi kiriman sampah ke pembuangan sampah akhir (TPA) secara tidak langsung.

" kami dan warga Desa Kongsi jaya kecamatan Widasari ikut menjaga kebersihan kota kecil yang sedang berkembang kearah yang lebih baik lagi Indramayu Kotaku ".Ungkapnya
[ads-post]
Ditempat terpisah Tasma (44) warga desa Kongsi jaya di dampingi anaknya Rendi menceritakan awal pembikinan alat pembakar sampah tanpa polusi,"memang aku akui masih banyak penyempurnaan dan masih banyak kelemahannya, semua itu  tidak terlepas dari Bimbingan Kuwu Desa Kongsi jaya H Sutarjo.

"dengan kesabaran mau memperbaiki kekurangan,Aku sangat bersyukur sekali kemajuan Desa Kongsi Jaya sudah mulai terasa.pemberdayaan masyarakat juga mulai di optimalkan,seperti alat pembakar sampah tanpa Polusi,itu semua sentuhanya hingga terwujud jadi alat seperti ini."

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan hidup Aep Surahman menyambut baik ide dan gagasan warga Desa Kongsi jaya,"membikin dan menciptakan alat pembakar sampah tanpa polusi dari launching awal memang masih ada kekurangan,tapi hal itu tidak menutup kami akan memberikan hal terbaik, biar alat ini sempurna." Jelasnya      ( Otong.S )

MKRdezign

{facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google-plus#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget