2019

 MENARA POST - Indramayu, Motivator-motivator MLM memang luar biasa hebat, mungkin lebih hebat dari Mario Teguh. Mereka sering mengadakan ‘seminar’ di berbagai kota, dihadiri ribuan anggota serta calon down line baru.

Untuk memompakan doktrin MLM, mereka menjual rekaman kaset motivasi yang harus selalu didengarkan oleh para anggota. Meski banyak yang sudah tertipu akibat bisnis tersebut, namun masih ada saja sebagian masyarakat yang tergiur akan bisnis tersebut.

Baru-baru ini hal yang mengerikan menimpa Ibu Wastinah dan keluarganya, Nenek berusia 73 tahun warga Desa Tenajar Lor, Indramayu ini terpaksa menanggung beban hidup yang sangat berat di hari tuanya akibat perbuatan yang tidak dia lakukan.

Masalah ini berawal dari bisnis MLM yang dijalani oleh anaknya dengan rekan bisnisnya yang berakhir di PN Indramayu. Nenek Wastinah tidak tahu menahu bahkan tidak pernah dilibatkan sebagai para pihak dalam perkara gugatan di Pengadilan trsebut.
[ads-post]
Akibat dari permasalahan itu, hari ini sebuah tanah dan bangunan, satu-satunya milik Ibu Wastinah disita oleh pengadilan Negeri Indramayu.

Melalui Cucunya Akhmad Fauzi, Nenek Wastinah meminta bantuan pendampingan dari Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) untuk mendapatkan keadilan hukum. Akhmad Fauzi yang juga menjadi salah satu pengurus JPKP, meminta JPKP ikut menperjuangkan hak nenek Wastinah atas tanah dan bangunan yang akan di sita.

Hj Sri Windayani SH.MM selaku Pengacara sekaligus ketua JPKP DPW Jabar mengatakan telah mendaftarkan gugatan ke PN Indramayu, pada tanggal 5 Agustus 2019 Nomor Gugatan :32/Pdt.G/2019/PN.Idm.

"Kami sudah melakukan upaya untuk Penundaan penyitaan dengan pihak juru sita, namun mereka tidak mau dan mereka tetap melakukan sesuai penetapan Ketua Pengadilan Negeri" Katanya. Selasa 13/8/2019.

Hj. Sri Windayani menambahkan JPKP Indramayu akan terus memperjuangkan hak Nenek Wastinah hingga keadilan hukum berpihak kepadanya. Dalam sebuah rekaman video terlihat barang-barang milik nenek Wastinah dikeluarkan dari dalam rumah oleh beberapa petugas.

Dia pun berharap gugatannya akan menang di persidangan nanti.

"Harapan kita menang pada gugatan kami di pengadilan Negeri karena AJB tidak sesuai dgn prosedur" Harapnya.

Berdasarkan putusan PN Nomor 01/Pdt.G.S/2015/PN.idm dan penetapan KPN Nomor :1/Pdt.Eks/2018/PN.Idm JO Risalah Lelang Nomor :1642/2016, pihak PN telah menyita tanah dan bangunan milik Nenek Wastinah dan dialihkan menjadi milik Suma bin Balya.

Pena
By.
Adam P
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
JPKP Dok

 MENARA POST - Indramayu - Serikat Buruh Migran Indonesia Cabang Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menerima 34 aduan penipuan dengan modus penawaran kerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia.

"Korban yang mengadu ke SBMI Indramayu sejumlah 34 orang, dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp300 juta," kata Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih di Indramayu, Selasa.

Dari 34 orang calon PMI tersebut yang mengadu ke SBMI, kata Juwarih, rata-rata diiming-iming oleh pelaku dengan informasi lowongan kerja ke negara, seperti Jepang, Korea Selatan dan Taiwan sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) formal.

Mereka dijanjikan pekerjaan sedang tersedia, proses cepat dan gaji besar, akan tetapi setelah mengikuti arahan para pelaku, ternyata mereka ditipu.

"Dengan perekrut yang berbeda-beda, dari 34 orang CPMI tersebut yang menjadi korban penipuan dengan modus perekrutan ke Taiwan sebanyak 24 orang, Korea Selatan tujuh orang, sisanya ke Jepang," ujarnya.
[ads-post]
Juwarih mengingatkan kepada masyarakat khususnya bagi calon PMI agar jangan mudah tergiur dengan informasi lowongan kerja ke luar negeri di media sosial.

Karena sekarang sedang banyak info tawar kerja ke luar negeri di facebook seperti kerja ke Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Australia, Polandia dan sejumlah negara di Timur Tengah serta kerja magang ke Jepang.

Juwarih mengimbau kepada masyarakat khususnya di Indramayu jika ada informasi lowongan kerja ke luar negeri baik melalui daring maupun luring agar waspada jangan mudah tergiur dan mempercayainya.

"Apalagi dengan janji yang menggiurkan, itu sangat perlu diwaspadai," katanya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

Bakar Sampah Ilustrasi
 MENARA POST - INDRAMAYU- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Jatiwangi, Kabupaten Majalengka mencatat Indramayu punya sebaran hotspot atau titik api terbanyak di Jawa Barat.

Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn mengatakan sebaran hotspot di Kabupaten Indramayu itu ada di tiga titik.

"Ketiganya ada di Kecamatan Gantar," ujar dia melalui pesan singkat, Selasa (13/8/2019).

Selain Kabupaten Indramayu, tiga kecamatan di tiga kabupaten lainnya, yaitu Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut, Kecamatan Kalibunder Kabupaten Sukabumi juga terdapat sebaran hotspot.
[ads-post]
Ketiga Kabupaten itu disebutkan Ahmad Faa Izyn masing-masing terdapat satu titik hotspot.

Data tersebut berdasarkan pantauan sensor modis pada tanggal 12-13 Agustus 2019.

Ia menjelaskan, titik hotspot yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan tinggi, yakni 50-100 persen.

Ahmad Faa Izyn mengimbau, agar tak terjadinya kebakaran, masyarakat tidak membakar sampah secara sembarangan.

Masyarakat juga diminta untuk menyediakan peralatan pemadaman api dan membuat penampungan air.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet


MENARA POST -KARAWANG - Setelah lima hari hilang tenggelam, Tori (48), nelayan asal Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, ditemukan meninggal dunia di Pantai Jalasena, Kabupaten Karawang, Senin (12/8/2019) sekitar pukul 13.40 WIB.

Korban Tori berhasil ditemukan berkat upaya tak kenal lelah tim search and rescue (SAR) gabungan yang telah melakukan pencarian selama lima hari.

Kepala Kantor SAR Bandung atau Basarnas Jabar Deden Ridwansyah mengatakan, upaya pencarian hari kelima yang melibatkan personel Pos SAR Cirebon dan Direktorat Kepolisian Air (Ditpolair) Polda Jabar, memulai operasi pencarian hari kelima terhadap korban Tori, sejak pukul 07.30 WIB tadi.

Tim SAR gabungan menggunakan speed boat untuk melakukan penyisiran mulai dari Muara Bugel sampai Perairan Patimban Subang. Akhirnya tim berhasil menemukan korban di Pantai Jalasena, Kabupaten Karawang.

"Pukul 13.40 WIB, tim SAR gabungan menemukan korban Tori (48) di Pantai Jalasena, Dusun Sungai Tegal, Desa Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang dalam keadaan meninggal dunia. Korban kemudian dibawa ke RSUD Karawang," kata Deden dalam rilis tertulis, Senin (12/8/2019) sore.

Selama lima hari, ujar Deden, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian dengan menyisir di berbagai titik dari lokasi kejadian. Sebelumnya pada hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan menyisir Muara Patrol sampai Muara Bugel dengan menggunakan dua LCR.

"Dilanjutkan pada hari keeempat, tim melakukan penyisirian di sekitar lokasi korban tenggelam dan Penyisiran di Muara Bugel sampai parairan Bobos, Subang menggunakan satu LCR," ujar Deden.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

MKRdezign

{facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google-plus#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget