Agustus 2018

Indramayu-Badan Narkotika Kabupaten(BNK) Indramayu memeriahkan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) dengan mensosialisasikan bahaya penggunaan narkoba dan membagikan stiker gratis kepada pengguna  jalan Rabu (29/08/2018).
 Stiker yang berisi himbauan anti narkoba ini disebar ke pengguna jalan di sejumlah jalan protokol di Kabupaten Indramayu. Selain dibagikan ke penggunaa kendaraan, stiker juga ditempelkan di dalam kendaraan angkutan umum agar mudah dan bisa dibaca oleh masyarakat.
 Ketua Pelaksana Harian (Kalahar) BNK Indramayu,  AKP Deni,SH.MH  mengatakan peringatan HANI 2018 digelar dengan melakukan sosialisasi anti narkoba ke masyarakat. Melalui peringatan HANI 2018, BNK Indramayu berharap masyarakat bersama-sama untuk mencegah peredaran narkoba di Indramayu.
 "Hari ini BNK Indramayu turun ke jalan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya dan ancaman narkoba," kata Deni.
Sementara itu  Sekretaris BNK Indramayu, Welly Kuswaluyo menambahkan dalam sosialisasi ini melibatkan 30 anggota BNK Kabupaten Indramayu  dan 40 orang relawan anti narkoba. Kegiatan tersebut dipusatkan di dua perempatan yakni perempatan lampu merah Adipura dan perempatan Waiki.

"Relawan ini membantu kami untuk mensosialisasikan anti  narkoba di Indramayu, dan terus berkomitmen untuk mencegah peredaran narkoba dari daerah kita," kata Welly.

Sosialisasi anti narkoba ke pengguna jalan ini mendapatkan respon positif dari pengguna  jalan yang melintas.

INDRAMAYU – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melakukan penelitian untuk pemetaan potensi tingkat kerawanan gempa bumi di Desa Pagedangan dan Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Hasilnya nanti, bisa menjadi pedoman bagi pemangku kebijakan dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan di daerah tersebut.
Ketua Tim Pemetaan Pusat Survei Geologi, Badan Geologi KESDM, Asdani, menjelaskan kegiatan pemetaan mikrozonasi untuk melihat potensi tingkat kerawanan gempa bumi di Desa Pagedangan dan Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (20/8).

"Penelitian sudah dilakukan sejak sebulan terakhir,"  ujar Kepala Sub Bidang Pemetaan Tematik Pusat Survei Geologi Badan Geologi KESDM, Isnu Hajar S, saat ditemui di tengah kegiatan penelitian di Kecamatan Tukdana, Senin (20/8).

Isnu menjelaskan, secara geologis, Kabupaten Indramayu ditutupi oleh batuan berumur kuarter yang relatif muda dan bersifat lepas, yang rentan terhadap bahaya guncangan tanah akibat gempa bumi. Wilayah itupun diduga dilalui patahan-patahan aktif yang sulit diidentifikasi karena tertutupi oleh endapan kuarter tersebut.

Menurut Isnu, penelitian yang dilakukan pihaknya tidak dilakukan menyeluruh di Kabupaten Indramayu, melainkan hanya difokuskan di Desa Pagedangan dan Sukaperna. Pasalnya, di kedua desa tersebut, pernah terjadi semburan gas pada 2015 dan akhir 2017. "Kita lakukan pemetaan mikrozonasi untuk mengetahui kondisi bawah permukaan yang sulit dipetakan," kata dia.
Dengan pemetaan mikrozonasi, akan diketahui zona-zona wilayah mana saja yang memiliki tingkat kerentanan terhadap guncangan tanah atau batuan. Yakni, berupa zona kerentanan guncangan tinggi, sedang maupun rendah.

Hasil pemetaan mikrozonasi itu, lanjut Isnu, bisa memberikan gambaran dalam pengusahaan minyak dan gas bumi di wilayah tersebut. Selain itu, bisa menjadi pedoman bagi masyarakat dan pemerintah dalam pemanfaatan lahan untuk hunian maupun pembangunan infrastruktur.

Untuk zona dengan tingkat kerentanan goncangan tanah rendah, akan menjadi wilayah yang sangat direkomendasikan untuk hunian penduduk ataupun pengusahaan minyak dan gas bumi. Sedangkan untuk zona dengan tingkat kerentanan goncangan tanah tinggi, maha hunian ataupun pengusahaan minyak dan gas bumi harus memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Isnu mengatakan, hasil dari pemetaan mikrozonasi saat ini masih berupa angka-angka. Selanjutnya, akan dilakukan pengolahan data dan disajikan dalam bentuk peta supaya mudah dibaca oleh masyarakat maupun pemangku kebijakan lainnya. ‘’Pengolahan data akan selesai dalam waktu sebulan,’’ tukas Isnu.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Pemetaan Pusat Survei Geologi, Badan Geologi KESDM, Asdani, menjelaskan, Kabupaten Indramayu, seperti halnya juga Sumedang dan Majalengka, berpotensi rawan gempa dan longsor. Potensi itu disebabkan adanya patahan Baribis, Cimanuk, dan Bumi Ayu.
Untuk wilayah Kabupaten Indramayu, hingga saat ini belum pernah mengalami gempa besar akibat pergerakan patahan tersebut. Menurutnya, patahan itu tercatat pernah bergerak pada 1990 sehingga menimbulkan gempa di daerah Talaga, Majalengka.

’Indramayu (belum pernah terjadi gempa besar) karena lebih jauh dari source-nya.  Source-nya lebih cenderung ke selatan. Tapi tidak tertutup kemungkinan suatu waktu terjadi di bawah endapan kuarter itu,’’ tandas Asdani. 

Indramayu - Tidak banyak diketahui oleh masyarakat  bahwa sejak tahun 2002 hingga saat ini di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu telah memfungsikan Perawat Rohani Islam (WAROIS) yang keberadaannya sangatlah dianggap penting bagi masyarakat yang sedang sakit,  walaupun peranannya berbeda dengan perawat  medis, namun keberadaan Warois bagi warga masyarakat yang sedang sakit sangatlah dibutuhkan.
Demi Menyemangati Pasien RSUD Indramayu Yang Sedang Sakit, Tim Warios Hadir Sebagai Perawat Rohani

Koordinator Warois RSUD Indramayu Habib Yusuf didampingi seluruh petugas  Warois dan Ketua Harian Warois Kabupaten Indramayu H. Imron saat dalam rutinitasnya memberikan tausiyah dan doa kepada pasien, Senin (6/8) menyampaikan bahwa Warois adalah pekerjaan  Perawat non Medis.

"Tugas Warois itu adalah memberikan pelayanan Rohani, karena Warois memiliki motto Waidza Maridltu Fahuwa Yasyfin " (dan ketika engkau sakit maka dia (AllahSWT) yang akan menyembuhkan), sehingga dapat difahami bahwa Warois adalah perawat yang fungsinya menangani kegiatan non medis", jelasnya.

Senior Warois yang didaulat menjadi Ketua Harian Warois Kabupaten Indramayu  H. Imron menuturkan bahwa Warois pada saat jaman Bupati Yance pernah mendapatkan peniti emas  dari Presiden Megawati melalui Kementrian Agama Surya Dharma Ali.

"Waktu itu Warois mendapatkan peniti emas karena hanya di Kabupaten Indramayu saja yang ada perawat rohani rumah sakitnya, namun sayang hingga saat ini Warois belum bisa menjadi karyawan tetap dirumah sakit ataupun pemerintah daerah, karena alasan  belum miliki cantolan atau aturan perundang-undangan yang menaungi Warois, sehingga wilayah kerjanya hingga saat ini hanya sebagai pelaksana program", terangnya.

Keberadaan  Warois saat ini terus  menjadi kajian, dan dikabarkan bahwa Bupati Indramayu melalui Asda Dua dan Bagian Hukum Setda Indramayu akan mengawal Warois Indramayu hingga memiliki cantolan hukum serta mengawal Warois agar memiliki  penghasilan atau honor yang lebih memadai serta menempatkan Warois pada posisi yang lebih baik.

Pena : AA
Editor: Redaktur

MKRdezign

{facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google-plus#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget